Ini Dia Tren TikTok di Bulan Ramadan 2026 yang Wajib Kamu Tahu
Bulan Ramadan telah tiba, suasana penuh berkah pun menyelimuti keseharian kita. Ibadah puasa dijalani, kebersamaan keluarga semakin terasa, dan... scroll media sosial menjadi teman setia saat menunggu waktu berbuka. Di tahun 2026 ini, TikTok kembali membuktikan diri sebagai platform yang tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan informasi utama selama bulan suci.
Berdasarkan laporan YouGov bertajuk "Ramadan 2026: Consumer Insight Snapshot", konten berupa video pendek seperti TikTok dan Reels menjadi jenis konten yang paling disukai oleh 47% masyarakat Indonesia selama bulan puasa . Angka ini bahkan mengungguli konten komedi dan program keagamaan tradisional . Data ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh TikTok dalam membentuk keseharian kita selama Ramadan.
Lalu, apa saja sebenarnya tren yang sedang viral dan banyak dibicarakan di TikTok selama bulan Ramadan 2026 ini? Mari kita simak ulasan lengkapnya.
1. Konten Resep Masakan dan Takjil Kekinian: Dari Dapur Rumahan hingga "Syllabus" ala Khairul Aming
Tidak bisa dipungkiri, konten makanan selalu menjadi primadona, terutama saat Ramadan. Orang-orang berbondong-bondong mencari inspirasi untuk menu sahur dan berbuka. Di sinilah TikTok berperan sebagai "koki digital" bagi banyak orang.
Fenomena menarik tahun ini adalah bagaimana kreator konten seperti Khairul Aming kembali menjadi pusat perhatian. Memasuki tahun kesembilan tradisi '30 hari 30 resep' -nya, ia tidak hanya membagikan resep, tetapi juga menciptakan sebuah fenomena tersendiri. Ia mengunggah hingga 3-4 video resep per hari, yang oleh para pengikutnya disebut sebagai "syllabus" atau kurikulum yang harus dipelajari . Hal ini memicu berbagai reaksi lucu dari warganet yang merasa "kewalahan" mengikuti semua resepnya, mulai dari aktris Daiyan Trisha hingga jaringan kafe Zus Coffee yang turut berkomentar . Interaksi jenaka antara kreator dan penggemar ini justru menambah seru suasana Ramadan di dunia maya.
Selain resep rumahan, tren takjil kekinian juga menjadi buruan utama Gen Z. Jika dulu kolak dan gorengan menjadi raja, kini muncul berbagai inovasi minuman dan makanan ringan yang estetik dan "Instagramable". Beberapa takjil viral di tahun 2026 antara lain :
• Tiramisu Box Mini: Dessert kekinian dengan kemasan premium tapi tetap terjangkau.
• Salad Yakult Buah: Perpaduan buah segar dengan saus yakult yang menyegarkan.
• Mango Sago Keju: Hidangan penutup ala Hong Kong dengan sentuhan keju yang creamy.
• Rice Bowl Kekinian: Alternatif takjil yang lebih mengenyangkan dengan topping kekinian seperti ayam mentai atau sambal matah.
TikTok telah bertransformasi menjadi "alat pencari" layaknya mesin pencari. Data menunjukkan bahwa 76% pengguna beralih ke TikTok untuk mencari inspirasi perayaan, dan selama Ramadan tahun lalu, volume pencarian di platform ini melonjak hingga 48% . Ini membuktikan bahwa ketika orang butuh ide masakan atau menu berbuka, langkah pertama mereka adalah membuka TikTok.
2. Ritme Aktivitas Digital: Dari Sahur Hingga Larut Malam
Salah satu temuan menarik dari data TikTok Malaysia adalah pola aktivitas pengguna yang mengikuti ritme ibadah puasa, atau yang mereka sebut sebagai ritme "Sahur to Nightfall" . Pola ini kemungkinan besar juga terjadi di Indonesia mengingat kemiripan budaya dan kebiasaan.
• Saat Sahur (Dini Hari): Di jam-jam sebelum fajar, terjadi lonjakan drastis dalam menonton video. Video views melonjak hingga 289% saat pengguna mencari resep sahur praktis atau konten spiritual untuk menemani sahur .
• Menjelang Berbuka (Sore Hari): Survei YouGov mengungkapkan bahwa 50% responden lebih aktif berselancar di internet pada sore hari atau menjelang waktu berbuka . Ini adalah waktu yang tepat untuk mencari ide takjil atau sekadar menonton konten hiburan ringan sambil menunggu azan Maghrib.
• Saat Berbuka: Momen berbuka puasa juga menjadi waktu di mana kreativitas pengguna meningkat. Jumlah pembuatan video (video creation) naik sebesar 28% saat iftar, di mana banyak orang mengabadikan momen berbuka bersama keluarga atau sajian spesial di meja makan .
• Setelah Tarawih (Malam Hari): Setelah menjalankan ibadah tarawih, aktivitas online kembali meningkat. 39% responden lebih sering berinteraksi secara online setelah tarawih, yaitu sekitar jam 9 malam hingga tengah malam . Konten-konten religi yang menenangkan atau obrolan ringan ringan banyak dicari pada waktu ini.
Data ini memberikan gambaran jelas bagaimana konsumsi konten digital, khususnya di TikTok, telah terintegrasi erat dengan rutinitas ibadah dan keseharian umat Muslim selama Ramadan.
3. Konten Religi dan Spiritual yang Dikemas Secara Kekinian
Meski konten hiburan mendominasi, kebutuhan akan siraman rohani tidak pernah surut. Namun, cara penyampaiannya kini semakin modern dan mudah dicerna berkat platform seperti TikTok. Konten-konten religi berdurasi pendek, seperti video religi/motivasional singkat, menjadi pilihan bagi 33% responden .
Para ustaz dan pendakwah muda kini memanfaatkan TikTok untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan cara yang ringan dan dekat dengan anak muda. Cuplikan kajian singkat, nasihat harian, hingga tadarus Al-Qur'an dengan latar suara yang merdu banyak beredar di beranda. Ini adalah bentuk positif dari pemanfaatan media sosial untuk syiar Islam di era digital.
4. Tren Fashion dan Gaya Hidup Muslim
Ramadan juga identik dengan persiapan menyambut Hari Raya. Tren fashion Muslim otomatis menjadi topik hangat. Pengguna TikTok ramai membagikan inspirasi outfit untuk bersilaturahmi, tutorial memadukan hijab dengan busana modern, hingga konten "bongkar lemari" untuk mencari inspirasi baju Lebaran.
TikTok bahkan mencatat pertumbuhan yang signifikan dalam hal belanja online. Platform ini tidak hanya menjadi tempat mencari inspirasi, tetapi juga tempat bertransaksi langsung. Sebagai contoh, merek lokal seperti Mewah Exclusive mencatat pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) hingga 129% dengan memanfaatkan fitur-fitur komersial TikTok selama musim festif ini . Ini menunjukkan bahwa tren fashion di TikTok tidak hanya soal gaya, tapi juga peluang bisnis yang nyata.
5. Konten yang Perlu Dihindari: Menjaga Kesopanan di Bulan Suci
Di tengah maraknya tren positif, ada pula konten yang menjadi viral karena alasan yang salah. Sayangnya, masih ada segelintir oknum yang membuat konten tidak terpuji, seperti aksi makan dan minum di siang hari bolong saat live streaming .
Peristiwa ini tentu saja mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Menteri Agama. Beliau mengimbau seluruh umat Muslim untuk tidak meniru tindakan tersebut dan senantiasa menjaga kesopanan serta menghormati kesucian bulan Ramadan . Kasus seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Kreativitas dalam membuat konten boleh saja, tetapi harus tetap dalam koridor norma agama, kesopanan, dan kesusilaan, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Pihak berwajib pun telah bertindak untuk menegakkan hukum yang berlaku .
Kesimpulan
Ramadan di era digital telah menghadirkan warna baru dalam keseharian kita. TikTok, dengan segala dinamikanya, telah menjadi lebih dari sekadar aplikasi hiburan. Platform ini telah berevolusi menjadi ruang untuk belajar (resep masakan), mencari inspirasi (fashion dan takjil), memperdalam ilmu agama (konten religi), bahkan menjadi etalase bagi pelaku usaha.
Tren di tahun 2026 ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berpadu harmonis dengan tradisi dan nilai-nilai keagamaan. Mulai dari ritme "Sahur to Nightfall" yang unik hingga fenomena "syllabus" resep ala Khairul Aming, semua menambah semarak bulan suci.
Namun, di balik semua keseruan itu, kita tetap diingatkan untuk menjadi pengguna media sosial yang bijak. Mari kita filter konten yang kita konsumsi dan kita buat. Utamakan konten-konten positif yang menambah ilmu, menginspirasi kebaikan, dan mempererat tali silaturahmi. Dengan begitu, kita bisa meraih berkah Ramadan sekaligus tetap terhubung dengan dunia digital secara sehat dan bermanfaat.
Selamat menjalankan ibadah puasa dan menikmati serunya Ramadan 2026!

Posting Komentar untuk "Ini Dia Tren TikTok di Bulan Ramadan 2026 yang Wajib Kamu Tahu"